Bicara tentang hal kecil yang ternyata membawa perubahan besar dalam hidup, aku jadi teringat satu kisah yang membuat hidupku berubah dalam hal pekerjaan. Momen itu sederhana. Awalnya hanya tampak sebagai pilihan posisi pekerjaan, tapi ternyata membawa perubahan besar dalam arah karier dan keahlian.
“Mbak Yus, apa bener Mbak mau masuk UJM?” Pertanyaan itu dilontarkan atasanku dulu sekitar tahun 2015. Saat itu kantor tempatku bekerja tengah mengalami reorganisasi. Ada merger beberapa divisi, juga ada satu divisi baru yang muncul, yaitu Unit Jaminan Mutu (UJM) yang bidang pekerjaannya tentang Quality Assurance (QA).
Aku lulus kuliah sebagai engineer di bidang Teknik Komputer. Saat itu, bidang pekerjaanku adalah mengurusi jaringan komputer beserta perangkatnya, baik peranti lunak maupun peranti keras. Meskipun demikian, aku tidak asing dengan QA karena selain tugas utama, aku juga sudah cukup lama tergabung dalam tim QA divisi lamaku.
Ketika atasanku menanyakan pertanyaan di atas, aku baru saja lulus S-2 dan sedang berpikir-pikir tentang arah karier. Meskipun kuliah masterku juga tentang dunia Teknik Komputer—utamanya tentang keamanan jaringan komputer—ada dorongan untuk langsung mengiyakan tawaran mengisi posisi di UJM, di saat teman dan kolega lain tidak ada yang bersedia masuk ke sana.
Bidang pekerjaan UJM memang seringkali dipandang tidak “seksi” karena dianggap hanya berkaitan dengan administrasi belaka—padahal tentu saja hal itu tidak benar. Di samping itu, grade pegawainya memang lebih rendah dibandingkan bidang teknis sehingga nominal tunjangannya juga lebih sedikit.
Sejujurnya, aku tidak terlalu memikirkan semua itu. Bagiku, ditempatkan di mana saja tidak masalah, sepanjang aku menikmatinya dan membawa kebermanfaatan untuk institusi. Soal nominal tunjangan yang turun, bukan berarti aku tidak membutuhkan uang, tetapi hal itu bukan masalah besar karena aku bukan pencari nafkah utama dalam keluarga. Yang penting aku hepi.
Setelah meninggalkan bidang teknis dan menjalani hari-hari sebagai staf pelaksana UJM, aku belajar banyak sekali soal bidang baru ini. Sistem manajemen yang kuurusi pun tidak hanya ISO 9001, OHSAS 18001, dan ISO 14001, tetapi juga meluas ke ISO 19011, ISO/IEC 17025, Pedoman KNAPPP (standar acuan lembaga litbang yang digawangi oleh Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi waktu itu), serta standar-standar internasional terkait regulasi nuklir.
Aku belajar menyusun dokumen mutu, menerima audit, dan menindaklanjuti temuan-temuan hasil audit. Menerima audit dan inspeksi merupakan “makanan” sehari-hari, mengingat regulasi terkait nuklir ada banyak sekali, sehingga ada banyak badan regulator dan inspektur yang mengawasi instalasi kami. Aku juga melakukan audit internal ke bidang-bidang yang ada di instansi.
Sebagai orang yang cenderung perfeksionis dan saklek pada aturan, aku sungguh menikmati kegiatan mengawal dan mengevaluasi kepatuhan institusi terhadap standar dan regulasi. Hal ini menjadi penting karena litbang di bidang nuklir sangat erat kaitannya dengan faktor keselamatan dan keamanan, baik bagi pekerja radiasi, masyarakat, maupun lingkungan.
Tidak seperti anggapan banyak orang mengenai bidang pekerjaanku yang hanya berkutat pada pengelolaan administrasi saja, aku juga banyak turun ke lapangan untuk memastikan semua sistem dan subsistem berfungsi sebagaimana mestinya.
Bekerja sebagai QA ternyata meningkatkan soft skill-ku. Aku menjadi terbiasa berpikir logis dan runut dalam mencari akar penyebab dari suatu masalah atau kejadian, kemudian berusaha menanggulanginya dengan solusi yang efektif. Bertemu dengan berbagai macam karakter orang saat menerima audit maupun ketika melakukan audit juga membuat kemampuan komunikasi meningkat. Sebagai orang yang cenderung introvert, tentunya hal ini berfaedah sekali.
Dua tahun setelah pindah ke UJM, aku dipromosikan menjadi Kepala UJM di satuan kerjaku. Amanah ini sungguh berat dan menguji mental karena aku menjadi garda terdepan dalam menghadapi para auditor/inspektur yang datang, sampai-sampai aku mengalami diare selama tiga minggu pertama karena stres berkepanjangan.
But when life feels heavy, know that you’re leveling up. Kemampuan manajerial dan negosiasi bertumbuh, meskipun aku melaluinya dengan berdarah-darah.
Setahun setelah itu, tanpa disangka-sangka aku mendapat panggilan dari Komite Nasional Akreditasi Pranata Penelitian dan Pengembangan (KNAPPP) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi untuk mengikuti bimbingan teknis calon asesor KNAPPP.
Mereka tengah merekrut calon asesor baru yang tugas utamanya adalah menilai kesesuaian penerapan dokumentasi mutu lembaga litbang dengan persyaratan akreditasi yang ditetapkan oleh KNAPPP secara berkesinambungan, dan bidang asesmennya mencakup seluruh lembaga litbang di tanah air. Di akhir bimbingan teknis, aku menjadi peserta terbaik dengan perolehan nilai ujian tertinggi.
Hari-hari setelah itu aku sangat menikmati pekerjaanku menggeluti sistem manajemen. Aku juga mulai mengajar materi mengenai sistem manajemen pada beberapa workshop dan pelatihan. Bahkan aku ditugaskan kantor untuk mengikuti sertifikasi berlisensi internasional untuk menjadi lead auditor ISO 9001, ISO 45001, dan ISO 14001, lagi-lagi lulus dengan nilai yang cukup bagus dibanding peserta lain.
Bidang ini mungkin memang tidak terlalu menarik bagi sebagian orang, tetapi aku melihat prospek yang menjanjikan jika suatu hari nanti ingin mendirikan lembaga konsultan yang dapat melakukan pendampingan bagi instansi atau perusahaan yang berminat mengikuti sertifikasi atau akreditasi sistem manajemen.
Penutup
Cara Tuhan menunjukkan jalan hidup kadang-kadang memang di luar nalar. Bagiku, pintu itu terbuka ketika atasanku menanyakan pilihan posisiku, meskipun saat itu aku tak menyadarinya. Jalan hidup dan karier bisa saja jauh berbeda dengan latar belakang pendidikan kita di kampus, tetapi percayalah ... itu salah satu cara Tuhan meningkatkan kapasitas diri kita.
Jadi, ketika kita dihadapkan pada persimpangan jalan, bismillah saja. Trust your guts, and choose with heart.
Tulisan ini diikutsertakan dalam Tantangan Blogging Mamah Gajah Ngeblog bulan September yang bertema “Keputusan Kecil/Sepele yang Mengubah Hidup”.
























