Sunday, October 07, 2007

Dansa

Selama ini aku tahu kalau Mas Catur nggak luwes menari atau berdansa, bahkan kadang-kadang dia off beat mengikuti irama lagu. Tapi entah kenapa, siang itu ketika aku menyalakan winamp, dia memelukku, mengajakku mengikuti irama.

Dan di sanalah, di depan jendela ruang depan rumah kami, kami bergoyang riang. Aku tertawa-tawa. Nggak biasanya suamiku ngajak dansa kayak gitu. It was so special.

Kadang hal-hal kecil bisa tampak indah kalau maknanya dalem.

1 comment:

Anonymous said...

duh duh duh
cerita kalian emang seperti putri dan pangeran di negeri dongeng