1st Anniversary

Tuesday, April 22, 2008
Happy belated wedding anniversary… more tough, more patient, more beautiful, more love, more money, more and more…
(sms dari Wiwit)

Ahad shubuh, 20 April 2008, dering telepon membangunkanku. Ucapan selamat dari suamiku di seberang lautan tak kuasa membuat mataku terbuka. Tapi senang juga mendengar suaranya. Tak lama kemudian dia sms, pamit mau terbang kembali ke Jawa. Horeee, 1st anniversary tak kulalui seorang diri.

Sepulangku dari Majelis Percikan Iman, suamiku sudah menunggu di rumah. Wah senangnya ada teknologi canggih bernama pesawat Bikin ruang dan waktu tak lagi berjarak. Suamiku tak henti-henti menciumiku dan menciumi si kecil dalam perut. Kangen katanya. Sayangnya seharian itu hujan terus, jadi nggak bisa keluar ke mana-mana. Jadinya mesra-mesraan di rumah aja deh. Sambil bernostalgia, “Jam segini setahun yang lalu kita lagi ngapain ya, Yang?”

Malamnya, ada agenda dinner berdua. Selepas maghrib kita berangkat ke Kafe Halaman. Wah lumayan naik level, habisnya selama ini level kita kan cuma kelas warteg Milih tempat duduk di pojok, diterangi cahaya lilin dan ditingkahi gerimis di dinding kaca. Romantis? Iya sih, tapi dingin bo!

Pesanan makanan segera datang. Baru sadar kalau kita berdua mesennya terlalu kalap. Bahkan suamiku mesen sampai dua porsi, hehehe. Dilihat-lihat lagi, pilihan menu kita juga beda banget. Suamiku milih menu tradisional Indonesia, sementara aku milih menu berbau barat yang penuh dengan keju *yummy…*. Emang selera kita berdua juga rada beda sih.

Makanan udah habis disantap. Perut kekenyangan bikin ngantuk. Suamiku udah ngajak pulang aja, pengen tidur Padahal aku masih pengen ngobrol di situ, kapan lagi coba nongkrong di kafe. Jarang-jarang ini. Ngobrolnya dilanjut di rumah aja, kata suamiku. Huh dasar, merusak suasana aja.

Keluar dari pintu kafe, suamiku bikin kejutan. Dia belikan aku bunga mawar dari penjaja bunga yang nongkrong di luar kafe. Aduh, aku kaget. Tumben amat. Iya, buat momen spesial, gitu katanya. Senangnyaaa… ini kali kedua aku dibelikannya bunga. Yang pertama pas aku wisuda dua tahun lalu.

Malam yang menyenangkan. Meskipun pertemuan kita cuma sebentar pekan ini, tapi aku udah seneng banget. Sayangku bikin aku merasa istimewa. Terima kasih, Sayang. Berharap kita bisa bersama… more than forever. Sampai ke jannah-Nya insya Allah ya, Sayang. I love you so much.

Labels:

 
posted by Yustika at 10:30 AM | Permalink |


1 Comments:


  • At 7:26 PM, April 24, 2008, Anonymous rita

    Bagi pasangan yang tinggal terpisah (jarang ketemu), setiap pertemuan serasa pengantin baru. Inilah kelebihan daripada mereka yang tinggal bersama. Tiap pertemuan serasa istimewa karena sangat dinanti-nanti. Karena itu, manfaatkan kesempatan bertemu dengan optimal. Jangan diisi dengan kegiatan yang kurang bermanfaat, apalagi diisi dengan bertengkar :D