Wednesday, February 07, 2007

Berjuang untuk Cinta

Seumur hidup, aku selalu berjuang untuk cinta.
Hanya sekali aku tidak melakukannya.
Kini aku sangat menyesal karenanya.

Kalau ada penyesalan yang kubawa sampai mati, mungkin penyesalan inilah ia.

Moral of the story:
Kalau kau mencintai seseorang, katakan. Seorang teman pernah menasehatiku, cinta yang tidak dinyatakan adalah cinta yang tidak menghargai eksistensi orang yang kau cintai. Cinta yang hanya dipendam adalah cinta yang tiada guna. Terlepas dari apakah jawaban orang itu adalah ”ya” atau ”tidak”, hal terpenting yang kau lakukan adalah menyatakannya. Paling tidak, kau sudah beroleh kepastian tentang jawaban orang itu terhadapmu, bukan tetap merana bertanya-tanya sampai kau mati. Maka katakan cinta --bahkan bila kau harus berjuang untuk itu-- sebelum semuanya terlambat.

3 comments:

Anonymous said...

Yang boneng aje??

Moso' kite-kite ini musti "nembak" Yust?

This is really such a fairytale blog ye..

Looovee meluluuuu

Semoga kuncupmu lekas mekar jadi bunga ya, Yust..hingga akhirnya nanti akan ada senandung tembang..
"Yen neng tawang ono lintaaang Cah Ayu..............................................Aku ngenteni siramuuu" (aku g apal euy:P)

=))

-Warastuti

Yustika said...

to warastuti:

kekekekek, iya dong... ini emang fairytale blog. segalanya tampak indah kalau dilihat lewat kacamata cinta *halah bahasanya*.

masalah "nembak" itu, aku tetep berpendapat demikian. cuma caranya kan macem2, ka. bisa via MB :p :p :p

Anonymous said...

mbak, menurutku tidak semua cinta perlu diungkapkan.
cinta kepada lain jenis yg bukan mahram justru bahaya jika diungkapkan.
agaknya kita perlu meneladani Fatimah az-Zahra yg bertahun-tahun menahan perasaan cintanya pada Ali bin Abi Thalib, dan baru mengungkapkannya setelah menikah.