Sindrom

Monday, September 22, 2008
Masih inget dengan suasana hatiku (yang berimbas pada tulisan-tulisan di blog ini) yang cenderung kelabu pada masa kehamilanku? Yang akhirnya jadi rame karena ini. Waktu itu sering banget aku resah, gundah, nangis tanpa sebab, dan berbagai perilaku gloomy lainnya. Satu hal yang membuat terasa berat adalah ketakberdayaan menghadapi kehamilan sendirian. Butuh dukungan dan kehadiran suami di sisi. Pada waktu itu, mungkin ada di antara pembaca yang ngecap aku manja dan nggak mandiri.

Guess what, saat ini aku jauh dari semua perasaan itu. Sekarang ini rasanya lebih kuat dan nggak terlalu khawatir menghadapi dunia di luar sana sendirian. Nggak tahu deh kenapa bisa begitu. Karena udah jadi seorang bunda? Atau karena memang aku nggak lagi sendiri di rumah? *ada Hanif dan si mbak*

Satu lagi pertanyaan besar: apakah semua itu memang hanya sindrom yang dialami oleh seorang ibu hamil? Aku selalu tertarik dengan pembahasan sindrom-sindrom yang banyak dialami oleh perempuan, misalnya PMS dan baby blues. Lalu apakah pengalamanku itu salah satu dari sekian banyak sindrom? Apakah merasa tak berdaya, butuh dukungan, terus-terusan merasa khawatir, sensitif, dan gampang stres merupakan gejala-gejala sindrom ibu hamil?

Ada yang mau berkomentar?

Labels:

 
posted by Yustika at 9:48 AM | Permalink |


1 Comments: