Sendu

Friday, December 31, 2004
Hujan rintik-rintik. Terkenang sosok yang itu juga. Ia tak lagi di sini, namun hidup dan perginya memberi banyak arti dan inspirasi. Teringat perkataan seseorang, “Saya rasa yang paling menakjubkan dari orang-orang yang kita kasihi adalah, sebagian dari diri mereka sebenarnya terus hidup dalam diri kita meskipun mereka telah tiada. Itulah persembahan cinta mereka yang terdalam.”

Benar juga. Ia masih hidup dalam diri kita semua; dengan segala pemikirannya, segala sikap dan perilakunya, segala fenomena hidupnya, segala mimpi-mimpinya, dan segala cintanya…

(Belakangan ini hujan sering menghentikan dominasi, menghadirkan ruang kontemplasi begitu mudahnya. Sejenak berhenti, untuk kemudian kembali berlari.)
 
posted by Yustika at 6:40 PM | Permalink |


0 Comments: