Monday, September 20, 2021

Cara Mudah Belajar Sains

Jika melihat laman-laman para ibu binangkit yang sering membuat sendiri bahan ajar maupun prakarya untuk anak-anaknya, kadang aku merasa cemburu. Selain tidak kreatif, aku juga tidak memiliki banyak waktu untuk membersamai anak. Untungnya di zaman serba praktis seperti saat ini, ada beberapa vendor yang menyediakan bahan-bahan siap pakai untuk berbagai kegiatan bersama anak, mulai dari eksperimen sains, seni, hingga kerajinan tangan.

Dulu ketika anakku masih dua, aku berkenalan dengan Planet Sains, sebuah komunitas penggiat sains yang menyediakan kit eksperimen sains siap pakai dengan beragam tema untuk berbagai usia. Sebagai ibu yang miskin kreasi, aku sangat terbantu dengan kit-kit yang mereka sediakan. Kit-kit itu berisi alat dan bahan percobaan sains sederhana, komplet dengan instruksi dan langkah kerja. Yang lebih mengasyikkan, kit itu dilengkapi juga dengan tulisan pendek yang menceritakan fenomena sains dari percobaan yang dilakukan. Dengan demikian, sambil mendampingi anak bereksperimen, orang tua dapat memberikan pengetahuan tentang landasan ilmiahnya.


Eksperimen mencampur baking soda dengan larutan asam sitrat sehingga menghasilkan gas karbondioksida untuk menggembungkan balon

Teknik melapis logam dengan cara sederhana menggunakan serbuk asam sitrat dan garam yang dilarutkan ke dalam air

Belajar prinsip oksidasi melalui pencampuran pewarna makanan dengan cairan pemutih pakaian

Ketika anak-anakku masuk SD, aku sangat senang mengetahui bahwa Planet Sains melakukan pendampingan untuk ekstrakurikuler sains di sekolah mereka. Setiap minggu mereka akan berkumpul dan melakukan percobaan sederhana, mencatat hasilnya pada buku catatan, serta berdiskusi bersama. Kegiatan ini tentu sangat bermanfaat untuk merangsang keingintahuan anak terhadap fenomena sains dan membiasakan anak berpikir menggunakan metode berpikir ilmiah.

Ketika kami pindah dari Bandung, alhamdulillah di sekolah anak-anak yang baru juga ada ekstrakurikuler sains. Vendor yang mendampingi mereka adalah Rumah Eksplorasi yang juga menyediakan kit eksperimen lengkap seperti Planet Sains. Berhubung masih pandemi, kit-kit eksperimen itu diambil dari sekolah setiap awal bulan, kemudian anak-anak “berkumpul” melalui Zoom untuk melakukan percobaan bersama. Eksperimen mandiri di rumah seperti ini tentu ada kekurangannya. Karena anakku tidak didampingi secara langsung oleh orang dewasa—dia melakukan semuanya sendiri—beberapa percobaan sempat mengalami kegagalan. Jika ada waktu, sepulang kerja aku akan mendampinginya untuk mengulik percobaan itu demi mengetahui penyebab kegagalannya, lalu mencoba memperbaikinya bersama-sama.


Penjelasan mengenai eksperimen tornado botol dari Rumah Eksplorasi


Jadi, pesanku untuk para orang tua yang cukup sibuk: jangan khawatir, ya. Ketiadaan waktu untuk menyediakan atau membuat alat dan bahan eksperimen bisa diakali dengan memanfaatkan kit eksperimen sains siap pakai. Yang kita lakukan tinggal menyediakan waktu untuk beraktivitas bersama anak, membuka diri untuk dihujani dengan pertanyaan-pertanyaan anak, dan berusaha menjawab keingintahuan mereka dengan informasi yang memadai. Mudah-mudahan kelak anak bisa tumbuh besar dengan tetap mempertahankan keingintahuan mereka terhadap peristiwa dan fenomena yang terjadi di dunia ini—apapun profesi mereka nanti—karena keingintahuan adalah modal dasar untuk belajar.

No comments: