Kalau Bunda Bisa Memilih

Tuesday, September 16, 2008
Kalau Bunda bisa memilih, Nak...
Tentu Bunda memilih bersamamu 24 jam
Menemani tidur dan bangunmu
Menjadi saksi tiap detik tumbuh kembangmu

Kalau Bunda bisa memilih, Nak...
Bunda ingin selalu mendekapmu
Menyanyikan lagu nina bobo untuk menidurkanmu
Dan bukannya meninggalkanmu di pelukan pengasuh

Kalau Bunda bisa memilih, Nak...
Bunda ingin selalu memandikanmu tiap pagi dan sore
Bukan terburu-buru pergi sebelum kau bangun
Dan pulang kelelahan setelah kau terlelap

Kalau Bunda bisa memilih, Nak...
Bunda memilih menyusuimu setiap saat kau ingin
Bukan memeras-meras ASI di kantor
Dan menghadapi kenyataan bahwa kau harus menyusu dari botol

Kalau Bunda bisa memilih, Nak...
Bunda ingin selalu ada untukmu
Menenangkan tangismu dan tertawa bersamamu
Selalu bisa membelai dan menciummu

Maafkan Bunda, Nak...

*ditulis dengan segunung perasaan sedih dan bersalah*

Labels:

 
posted by Yustika at 2:45 PM | Permalink |


1 Comments:


  • At 6:34 AM, September 25, 2008, Anonymous indri

    memang sih, wanita karir itu (tanpa sadar) lebih suka mengejar karir daripada keluarganya.
    aku lebih kagum melihat seorang ibu rumah tangga yang membesarkan anaknya sendiri daripada wanita karir, meski pekerjaan di kantor sukses tapi anaknya terbengkalai, malahan anaknya cuma mau disuapin pembantu, dan gak mau disuapin ibunya.
    jangan sampai jadi orang kaya gitu ya teh!