Pilihan Hidup

Monday, March 21, 2005
Entah mengapa, belakangan ini saya sering sekali merenung tentang pilihan hidup. Mau ke mana sebenarnya saya? Apa sebenarnya yang saya inginkan?

Alangkah beruntungnya saya bila saya bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dengan pasti. Berkata mantap, "Yes, this is what I want!!"

Pikiran saya lantas melayang ke Anya Sun Corke dan Cristiano Ronaldo. Anya, 15 tahun, pemegang gelar Woman Grand Master termuda di dunia di bidang catur, mengatakan tidak pernah menyesal bahwa ia telah menghabiskan seluruh masa kecilnya dengan melulu bermain catur. Gadis manis berkaca mata minus ini mengaku, tidak ada yang hilang dari masa kecilnya gara-gara catur. Ia bahkan dengan bangga berkata, "Caturlah yang telah membawa saya keliling dunia." Ia juga dengan tegas mengatakan menyukai cara belajarnya yang tanpa sekolah formal itu. Dengan sistem home schooling, ia mengaku lebih terarah belajarnya. "Banyak hal-hal tak perlu yang dipelajari di sekolah biasa. Membuang-buang waktu. Dengan sistem home schooling, saya hanya belajar pelajaran-pelajaran yang benar-benar bermanfaat buat saya." Tak usah heran, kedua orang tuanya adalah profesor. Maka si kecil Anya pun dengan sukses menjalani pilihan hidupnya sendiri dengan dukungan orang-orang yang dicintainya.

Beralih ke Cristiano Ronaldo. Siapa tak kenal si 'wonder kid' ini? Sejak usia sangat belia, ia sudah menasbihkan diri untuk bergelut di cabang sepakbola. Dengan talenta yang luar biasa, ia telah bergabung dengan tim profesional klub Sporting Lisbon pada usia 12 tahun!! Dan pada usia 18 tahun, ia telah memecahkan rekor transfer dunia dengan menjadi pemain remaja termahal kala ditransfer oleh Manchester United, klub terkaya di dunia. Pada usia 19 tahun, ia telah bergabung dengan tim nasional Portugal bersama para pebola senior seperti Luis Figo, Rui Costa, dan Deco Souza. Kini pada usia 20 tahun, ia telah memegang posisi inti, baik di timnas Portugal maupun di Manchester United. Prestasinya ini tentu tak lepas dari kegigihannya untuk berjuang menjadi pebola profesional. Sebuah jalan panjang yang dirintis sejak kecil, yang diawali dengan sebuah pilihan hidup yang mantap pada hal yang benar-benar ia sukai.

Hmm, lalu bagaimana dengan saya? Sampai sekarang, saya tak pernah punya keberanian untuk bersuara lantang tentang pilihan hidup saya. Jangankan bersuara lantang, jalan hidup seperti apa saja belum terlalu terbayang. Kalaupun satu dua kali hal itu terlintas dan kebetulan saya punya keberanian untuk menyuarakannya, saya selalu surut dan tunduk kembali dengan tuntutan-tuntutan lingkungan saya.

Lalu saya jadi berpikir, untuk apa sebenarnya saya ada di sini sekarang? Apakah ini betul-betul pilihan hidup saya? Cita-cita saya? Keinginan saya? Jangan-jangan, apa yang selama ini saya lakukan adalah semata keinginan-keinginan orang lain? Semata-mata karena tidak ingin mengecewakan orang lain? Lalu dengan tak berdayanya mengubur impian sendiri dalam-dalam? Kalau demikian halnya, betapa menyedihkannya saya...
 
posted by Yustika at 9:54 AM | Permalink |


0 Comments: