Monday, September 05, 2005

Modulasi

Selama ini aku nganggep kuliah Sistem Komunikasi I itu menyebalkan. Ini kedua kalinya aku ngambil mata kuliah ini. Setahun lalu ketika aku ngambil untuk pertama kalinya, aku nggak berhasil menemukan hal menyenangkan dari mata kuliah ini. Nggak pernah ngerti apa asyiknya belajar persamaan-persamaan yang nggak konkret. Nggak pernah ngerti kenapa anak-anak telekomunikasi itu bisa betah-betahnya berkutat dengan hal-hal macam gini :p

Semester ini aku mau coba mencari hal-hal asyik seputar modulasi biar semangat belajar Sistem Komunikasi I. Kalau kelihatannya nggak konkret, aku mau sambung-sambungin sama ceritaku sendiri biar tampak lebih konkret :D

Modulasi itu sendiri adalah sebuah proses di mana parameter gelombang pembawa (carrier) diubah-ubah sesuai dengan sinyal pemodulasinya. Kenapa gelombang carrier yang justru harus nurut sama gelombang pemodulasi? Jadi gini, kalau transmisi itu diumpamakan transportasi, gelombang pemodulasi adalah penumpang sementara gelombang carrier adalah mobilnya. Biasanya kan penumpang milih mobil sesuai seleranya. Ada yang milih naik BMW, Mercedes, Toyota, atau cuma Suzuki. Kayak gitu juga masalah modulasi ini: parameter gelombang carrier diubah-ubah sesuai gelombang pemodulasi, misalnya sesuai amplitudo gelombang pemodulasi.

Ini baru permulaan. Nantinya di kuliah ini juga akan dipelajari masalah modulasi sinyal kontinu lainnya, termasuk modulasi frekuensi dan modulasi fasa. Alamak! Kayaknya aku harus cari-cari analogi lagi biar mata kuliah yang nggak konkret ini tampak sedikit lebih masuk akal. [Buat anak-anak telekomunikasi: betapa menjemukannya duniamu, Nak! Huahahaha...].

3 comments:

frequenzy said...

Sebagai mahasiswa teknik telekomunikasi, kami sudah terbiasa belajar sesuatu yang abstrak seperti kata Yustika :D Memang kebanyakan yang dipelajari berbau abstrak, tapi itu tidak mengurangi minat kami untuk mempelajarinya.

sigit priyanggoro said...

saya anak B lho mba, memang dunia anak telkom itu menjemukan, mencekam :P, percayalah bahkan anak2 telkom pun membencinya.

tapi jangan ledek anak2 B, mereka cuma mahasiswa yang terjebak (untuk yang kedua kalinya)...

aziz said...

analogi yang mudah dipahami. terusin aja mbak yustka, biar yang lain juga cepet bisa.
Boleh nanya kan? kalau analoginya panjang gelombang itu gimana sih mbak? trim sebelumnya