Impian

Wednesday, February 11, 2009

Aku mengenal sosok Adenita pada awal Desember 2005, dalam sebuah training pengembangan diri yang diadakan di Lembang. Dari awal dia sudah terlihat mencolok, karena ketika acara belum dimulai pun dia sudah berkeliling mengajak peserta berkenalan satu-satu, sementara sebagian besar dari kami masih enggan malu-malu berbaur satu sama lain.

Bersama Bikka, dia menjadi bintang dalam training itu. Bukan sesuatu yang aneh, mengingat dia adalah pribadi yang ceria, ramah, dan menyenangkan. Sayang aku tak pernah benar-benar mengenalnya secara dekat. Pertemuan pertama kami berlanjut dengan perpisahan dan hanya saling kontak di dunia maya: milis, multiply dan facebook.

Sampai akhirnya pada akhir 2008, aku mendengar dia berhasil menerbitkan sebuah novel bertajuk 9 Matahari. Rasa penasaran memaksaku menelusuri deretan buku di Gramedia, hingga akhirnya 9 Matahari menemani malam-malamku setelah itu. Sembari menunggu kantuk, berbaring di samping Hanif yang sudah terlelap.

9 Matahari di-launch dan cetak pertama pada November 2008. Lalu cetak kedua pada Desember 2008. Kenyataan bahwa aku menemukannya di rak best seller Gramedia pada Februari 2009 membawaku pada kesadaran bahwa Ade berhasil menorehkan impiannya dengan sangat gemilang. Menurutku ini spektakuler, mengingat 9 Matahari adalah buku pertamanya. Bravo, Ade!

9 Februari 2009, aku memacu motor ke Landmark Braga. Berharap bisa bertemu Ade di sana. Acara bincang-bincang novel 9 Matahari sudah lama mulai, aku terpaksa terlambat karena jam kantor baru saja usai. Senang akhirnya bisa bertemu Ade juga *dan minta tanda tangan! :D*. Dia tampak tak berubah, tetap ceria, ramah, dan menyenangkan. Hanya memang ada beda, saat ini dia sudah berhasil mewujudkan satu impiannya... dan tampak sangat sukses di mataku *oh, seandainya kalian lihat para penggemarnya sibuk mengantri tanda tangan :)*. Ternyata membahagiakan sekali melihat seorang teman berhasil meraih mimpinya. Ada semangat yang ditularkan: kalau Ade bisa, aku juga bisa!

Aku suka menulis sejak aku duduk di bangku SD. Jauh sebelumnya, aku tahu aku sudah jatuh cinta pada dunia ini sejak aku bisa membaca *aku ingat: aku semangat sekali menanti hari Kamis tiba, hari di mana loper koran mengantar majalah Bobo kesayanganku*. Lalu tiba-tiba saja aku keranjingan menulis puisi dan cerita-cerita pendek. Pelajaran mengarang selalu menjadi pelajaran favoritku, dan surat-surat untuk Papi *yang ketika itu sedang studi di Kanada* lantas dipenuhi dengan puisi-puisi.

Menginjak SMP, majalah sekolah tak pernah luput dari hasil karyaku. Sayangnya ketika SMA semua kegiatan menulis sempat terhenti. Ketika kuliah, rasa dahaga akan menulis semakin menjadi. Di unit kerohanian departemen, unit kerohanian kampus, dan unit kegiatan masjid kampus, posisi favorit tak pernah jauh dari posisi penanggung jawab media, editor, atau staf redaksi.

Ketika aku diterima menjadi pegawai negeri, dua pekerjaan lain juga menanti: satu sebagai editor penerbit terkenal di bilangan Ciracas, Jakarta... dan satu sebagai jurnalis di salah satu harian ibukota. Tapi karena waktu itu aku sedang hamil muda, disertai dengan berbagai pertimbangan lain, aku memilih menjadi pegawai negeri saja. Sampai akhirnya kesibukan bekerja dan kesibukan menjadi bunda mengebiri kegiatan menulisku. Ditambah dengan ”kecelakaan” meleduknya power supply PC yang membuat hard disk rusak dan berakibat hilangnya semua arsip tulisanku... lengkap sudah alasan untuk tak lagi menjajal kemampuan menulisku.

Tak dapat kupungkiri, hadirnya 9 Matahari membawa harapan baru bagiku. Yah, ada semacam perasaan tertantang untuk kembali menulis *meskipun selama ini tetep nulis juga sih, lewat blog*. Ditambah juga dengan tawaran dari seorang teman untuk ikut mengelola sebuah klub menulis yang sedang dirintisnya. Masya Allah, Dia menjadikan segalanya bukan kebetulan semata. Mungkin ini semacam pengingatan baru dari-Nya, tentang sebuah kemampuan yang tak pernah benar-benar kugali.

Maka, hari-hariku terasa bersemangat kembali. Thanks Ade, for inspiring me. Bangga benar menjadi temanmu. Keep shining!

Keterangan foto: Adenita (nomor dua dari kanan) saat launching novel 9 Matahari, diambil dari sini.

Labels:

 
posted by Yustika at 10:54 AM | Permalink |


0 Comments: