Mengurus Mutasi SIM

Wednesday, March 19, 2014
Sudah lama aku ingin mengurus proses mutasi SIM untuk mengubah status SIM Solo menjadi SIM Bandung, karena sejak 2012 lalu KTP-ku sudah resmi berubah menjadi KTP Bandung. Karena alasan malas dan belum merasa statusnya mendesak, aku menunda-nunda terus urusan ini. Kemudian kesibukan mengejar tenggat tesis beberapa bulan ini, sukses membuatku lupa sama sekali pada urusan mutasi.

Akhirnya beberapa hari menjelang ulang tahunku yang ke-32, setelah semua urusan revisi tesis dan persyaratan wisuda selesai, aku menyempatkan diri mengurus mutasi. Selain juga karena terdesak oleh masa berlaku SIM yang akan segera habis, hehe. Mulailah aku berkunjung ke kantor Satlantas Bandung di Jl. Jawa dan menanyakan bagaimana mengurus mutasi SIM. Oh, ternyata harus ada berkas-berkas yang dikirim dari Satlantas Solo. Maka aku menghubungi Mami untuk membantu mengurus berkas pengantar mutasi dari Satlantas Solo.

Syarat untuk mendapatkan berkas pengantar mutasi dari Satlantas Solo:
  • Fotokopi KTP Bandung.
  • Fotokopi SIM A yang dikeluarkan Satlantas Solo.
  • Fotokopi SIM C yang dikeluarkan Satlantas Solo.
Masing-masing satu lembar saja.

Rabu, 12 Maret 2014, aku meluncur ke Jl. Jawa. Waktu menunjukkan pukul 10 pagi ketika aku muncul di loket pendaftaran. Ternyata berkas Kartu Keluarga ketinggalan, Saudara-saudara! Nggak ngeh juga kalau harus melampirkan itu. Setelah pulang pergi ke rumah mengambil KK yang ketinggalan, jam 11 kurang aku sudah tiba kembali dan siap memulai proses mutasi. Jadi begini alurnya:

Pemeriksaan kesehatan
Satlantas Bandung tidak menyediakan pos pemeriksaan kesehatan, tapi kita bisa datang ke praktek dokter di Jl. Nias Dalam untuk mendapat surat keterangan sehat. Letaknya tidak jauh dari situ, dan tempat itu sudah jamak didatangi para pemohon SIM. Proses periksanya pun cepat sekali, rasanya hanya untuk formalitas belaka. Pemohon akan diperiksa tekanan darah, tes buta warna, tes mata, penimbangan berat badan, serta pengukuran tinggi badan dalam waktu kurang dari lima menit. Syaratnya hanya membawa KTP asli.

Loket 8 (Arsip)
Kemudian aku melapor kedatangan ke bagian Arsip untuk mendapatkan surat keterangan mutasi. Persyaratan yang dibawa:
  • Berkas pengantar mutasi dari Satlantas Solo.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi KK.
  • Fotokopi SIM A yang dikeluarkan Satlantas Solo.
  • Fotokopi SIM C yang dikeluarkan Satlantas Solo.
Tunggu sampai nama dipanggil.

Loket Asuransi
Selanjutnya membayar asuransi seharga Rp 30.000,00 untuk masing-masing SIM. Persyaratannya adalah berkas yang tadi kita dapat dari Loket Arsip, yaitu:
  • Berkas pengantar mutasi dari Satlantas Solo.
  • Surat keterangan mutasi dari Loket Arsip.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi KK.
  • Fotokopi SIM A yang dikeluarkan Satlantas Solo.
  • Fotokopi SIM C yang dikeluarkan Satlantas Solo.

Loket Pendaftaran
Karena prosesnya mutasi, di loket pendaftaran masuk ke bagian pendaftaran perpanjangan SIM, bukan membuat SIM baru. Persyaratannya:
  • Berkas pengantar mutasi dari Satlantas Solo.
  • Surat keterangan mutasi dari Loket Arsip.
  • KTP asli.
  • SIM A asli.
  • SIM C asli.
  • Fotokopi KTP.
  • Fotokopi KK.
  • Fotokopi SIM A.
  • Fotokopi SIM C.
  • Struk pembayaran asuransi dari Loket Asuransi.

Loket Bank BRI
Semua berkas pendaftaran dibawa ke Loket Bank BRI di ujung koridor, lalu tunggu nama dipanggil. Setelah dipanggil, aku membayar biaya perpanjangan SIM A sebesar Rp 80.000,00 dan biaya perpanjangan SIM C sebesar Rp 75.000,00. Lalu oleh teller bank aku diarahkan untuk menuju ke Loket 6A.

Loket 6A
Loket ini adalah loket pengambilan foto dan sidik jari untuk para pemohon perpanjangan SIM. Jangan lupa bawa pulpen dari rumah ya. Setelah nama dipanggil, aku mengisi formulir data diri, baru kemudian difoto dan dipindai sidik jarinya. Kemudian langsung menuju loket pengambilan SIM.

Loket Pengambilan SIM
Proses pencetakan SIM sama sekali tidak lama. Baru juga membaca beberapa percakapan di Whatsapp, namaku sudah dipanggil untuk menerima SIM baru. Yeay, akhirnya resmi sudah aku mengantongi SIM A dan C dari Satlantas Bandung.

Beberapa hal yang aku garis bawahi dari proses di atas:
  • Pelayanannya cepat dan ramah. Aku masuk pukul 11 kurang, dan keluar pukul 12.25. Artinya pengurusan mutasi ini bahkan tidak sampai dua jam! Merasa amazed deh.
  • Petugasnya baik dan tanggap. Ada cerita lucu: aku sempat nyasar di Loket 6, yaitu loket pengambilan foto dan sidik jari untuk para pemohon SIM baru. Saking baiknya, petugas dari Loket 6A mencariku sampai ke loket ini ketika aku tak kunjung muncul ketika namaku dipanggil di Loket 6A.
  • Aku hampir tak melihat adanya calo dari luar, kecuali mungkin beberapa oknum orang dalam yang membantu memuluskan antrian beberapa pemohon yang “membayar lebih” (you know lah, ehehe). Sangat berbeda dengan pengalaman di masa lampau di mana calo sangat mudah ditemui di tiap sudut.
  • Semua pembayaran dilakukan di loket resmi, dengan kuitansi resmi. Tidak ada pungutan liar sama sekali.

Kuitansi resmi

Rincian biayanya sebagai berikut:
  • Pemeriksaan kesehatan Rp 40.000,00
  • Asuransi SIM A Rp 30.000,00
  • Asuransi SIM C Rp 30.000,00
  • Perpanjangan SIM A Rp 80.000,00
  • Perpanjangan SIM C Rp 75.000,00
Total Rp 255.000,00 untuk dua SIM. Puasss banget deh. Senang rasanya mengurus sendiri kalau pelayanannya memuaskan seperti ini :)

Labels: ,

 
posted by Yustika at 2:29 PM | Permalink |


0 Comments: