Bayi-Bayi Kecil Itu

Monday, June 10, 2013
Sering sekali mendengar kabar duka dari lingkungan sekitar tentang kehilangan anak ketika si anak masih dalam keadaan bayi. Dari teman-temanku saja sudah ada beberapa orang yang pernah kehilangan bayinya: ada yang ketika usia bayi baru 10 hari karena gagal nafas, ada yang ketika usia bayi 2 bulan karena tak mampu bertahan akibat lahir prematur, ada yang karena sakit ketika usia bayi 8 bulan dan 2 tahun, bahkan ada yang kehilangan janin ketika masih dalam kandungan. Belum lagi kabar dari internet tentang bayi-bayi yang kurang beruntung karena mengidap penyakit langka, kelainan, tumor, atau kanker.

Kabar-kabar itu selalu membuatku tercenung, dan seringkali membuatku menitikkan air mata. Sambil mengelus atau mengusap kedua buah hatiku, terbayang bayi-bayi malang itu dalam benak. Terbayang betapa berat beban emosi yang harus ditanggung orang tuanya, karena semua orang tua pasti tak akan pernah mau mengalaminya. Bahkan kalau bisa, kita sebagai orang tua saja yang menanggung rasa sakit itu, kita saja yang mendahului anak-anak kita dipanggil oleh-Nya.

Ada seuntai doa yang selalu terucap buat para orang tua super itu. Special children are for special parents. Bayi-bayi mungil yang telah dipanggil-Nya itu adalah tabungan di surga, yang semoga kelak bisa menjemput orang tuanya di pintu surga. Kalau mau selalu berbaik sangka pada Allah, mungkin paradigma berpikirnya harus dibalik. Betapa setiap orang tua berkeinginan mengantarkan anak-anaknya menjadi pribadi shalih dan shalihah agar anak-anaknya kelak masuk surga, dan lihat betapa dengan kasih sayang-Nya Allah menganugerahkan para orang tua ini sebuah privilege dengan masuknya buah hati mereka ke surga tanpa hisab. Takdir-Nya selalu yang terbaik, mengangkat sakit yang mungkin diderita oleh anak-anak itu.

Selalu terselip harapan bagi mereka, para orang tua sabar itu, semoga kelak mereka cepat diberi ganti buah hati lain yang akan segera bermunculan. Sebagai penyejuk hati dan pelipur lara bagi yang pernah kehilangan. Karena memang betul seperti apa yang tertulis di tautan ini, bukan kita malaikatnya. Merekalah malaikat-malaikat kecil yang dihadirkan di dunia untuk membawa kebahagiaan untuk orang-orang di sekitarnya. Merekalah malaikat-malaikat kecil yang dalam sakit mereka, Allah mengingatkan kita akan kematian. Dalam sakit mereka, Allah menguji kesabaran orang tuanya dan juga kepedulian kita.

Tulisan ini kututup dengan sebuah puisi yang kuambil dari sini. Teriring sekecup kasih untuk bayi-bayi mungil yang sudah menghuni surga-Nya, dan teriring sebait doa untuk para orang tua mereka, terutama bunda mereka.


ada sosok IBU yang luar biasa...


ibu yang slalu berada disamping mereka hampir 24 jam,

ibu yang slalu tak henti berdoa,



ibu yang pandai bersandiwara, yang tak pernah menampakkan kegundahan hatinya didepan sang anak tercinta, tak pernah meneteskan airmata dihadapan anaknya,



ibu hadirkan senyum,

hadirkan penyemangat,



walau vonis dokter sudah bicara tinggal sesaat,

ibu tak pernah menyerah,

apapun usaha agar sang anak bisa seperti sedia kala.



ibu....

tak bisa kubayangkan betapa kuatnya dirimu bu,

pun ketika Allah mengambil kembali titipan Nya,

engkau tetap dalam keikhlasanmu....


*ditulis sambil berkaca-kaca*

Labels: ,

 
posted by Yustika at 1:43 PM | Permalink |


0 Comments: