Binar Mata

Saturday, December 15, 2007
Dalam talk show-nya, Oprah sering berkata bahwa arti diri kita buat seseorang bisa dilihat dari binar mata orang itu ketika kita hadir di dekatnya. Seorang anak yang melihat binar mata orang tuanya ketika dia masuk ke ruangan akan merasa disayang, karena dia tahu dirinya berarti buat orang tuanya. Kasus ini terjadi dalam setiap bentuk hubungan manusia. Hubungan orang tua dan anak hanya salah satu contoh.

Dulu aku nggak terlalu ngeh dengan hal ini, tapi sekarang aku jadi ngeh banget. Suamiku tersayang, tiap kali kami bertemu, selalu menunjukkan binar mata yang sangat indah. Tiap kali kami janjian bertemu di suatu tempat kemudian dia melihatku datang, atau ketika dia pulang kerja dan melihatku membukakan pintu, wajahnya lambat laun berubah indah: dari yang semula biasa saja menjadi tersenyum lebar disertai dengan mata yang berbinar. Pernah suatu kali aku bereksperimen secara sembunyi-sembunyi mengawasi wajahnya dari jauh lalu membandingkan ekspresinya sebelum dan sesudah melihatku. Benar lho, Guys! Matanya benar-benar berbinar kala melihatku.

Dari situ aku jadi tahu kalau dia benar-benar sayang padaku, dan bahwa aku benar-benar berarti bagi dirinya *bukan ge-er ini*. Meskipun aku sudah tahu dari dulu kalau cintanya padaku sangat besar, sekarang aku jadi makin menyadarinya. Rasanya tersanjung dan terharu mengetahui ada seseorang yang menganggap kita sedemikian berarti.

Pertanyaannya sekarang adalah: apakah diriku juga sudah memperlihatkan binar mata yang sama? Entahlah. Maafkan aku ya, Sayang... kalau ternyata pendar matamu jauh lebih bersinar. Yang jelas: I love you so much, Sayang.

Labels:

 
posted by Yustika at 5:02 PM | Permalink |


1 Comments: