Mas Hanif

Thursday, July 12, 2012
kehadiran adiknya, mau tidak mau membuat hanif lebih mandiri,
dan subhanallah.. dia menjalaninya tanpa rasa cemburu dan iri.

ah, sulung bunda ini memang benar anak sholeh :-*

November 29 at 11:48pm via mobile

Ada yang meleleh di hati ini tiap kali mengingat kebaikan-kebaikan Hanif pada adiknya. Sejak Abi lahir ke dunia, sejauh ingatanku, tak pernah sedetikpun ada masa di mana ia merasa cemburu.

Tak ada rasa kesal karena merasa tersaingi oleh adiknya.
Tak ada pukulan jengkel, atau usikan jahil, apalagi dendam kesumat.

Yang ada hanyalah:
Rasa panik ketika melihat adiknya menangis, hingga ia sibuk berusaha menghibur dengan kalimat “sssshh sssshh” atau sibuk memanggil bunda atau eyang.
Rasa sayang teramat besar, hingga membuat dia mengelus atau mengecup adiknya tiap kali mendekat.
Rasa tak rela ketika tiba waktunya si adik tidur, karena ia masih ingin bermain-main bersama.
Rasa tanggung jawab sedemikian mengharukan, hingga bunda merasa aman menitipkan si adik padanya. Karena ketika bunda terpaksa meninggalkan si adik, meski cuma sebentar, Hanif akan menghibur, mengajak ngobrol, atau bernyanyi untuk si adik.

Status di atas kubuat beberapa hari setelah Abi lahir. Dan Hanif tetap demikian adanya sampai detik ini. Di usia Abi yang hampir delapan bulan, ia kini sudah mengerti bagaimana rasa sayang sang kakak terhadapnya, hingga ia akan melonjak-lonjak kegirangan tiap kali Hanif mendekat.

Doa tulus bunda untukmu, Hanif sayang. Tak pernah henti dilangitkan. Karena telah menjadi kakak yang paling hebat.








Tulisan terkait:

Labels: ,

 
posted by Yustika at 1:24 AM | Permalink |


1 Comments: