Gejala Skoliosis

Monday, March 07, 2011
Bagaimana Mengenali Gejala Skoliosis?



Penderita skoliosis umumnya terlihat dari berubahnya postur tubuh. Pada penderita akan terlihat adanya ketidaksimetrian garis tulang punggung dan bila diamati akan terlihat adanya tonjolan yang lebih tinggi pada salah satu bagian punggung.

Lima Gejala Skoliosis

  1. Kepala miring sebelah (heed tilt). Perhatikan apakah kedua telinga sama tinggi? Apakah posisi wajah cenderung ke satu sisi?
  2. Bahu tidak sama tinggi (shoulder tilt). Perhatikan apakah posisi bahu sama tinggi? Ataukah ada satu sisi bahu yang lebih maju ke depan? Apakah salah satu tulang scapula (belikat) lebih menonjol dari lainnya?
  3. Pinggul tinggi sebelah (pelvic tilt). Perhatikan apakah pinggul kiri dan kanan sejajar? Apakah celana atau gaun yang dikenakan dapat melekat sempurna di tubuh bagian bawah? Apakah panjang celana, kerah baju, dan panjang lengan sama bagian kiri dan kanannya?
  4. Kaki tidak seimbang (foot flare). Perhatikan apakah telapak kaki rata atau ada bagian yang mengarah keluar? Apakah ada keluhan lain di lutut atau pergelangan kaki?
  5. Lengkungan tulang belakang (spinal curve). Periksa apakah ada bagian punggung yang salah satu sisinya lebih tinggi? Apakah ada penonjolan di wilayah punggung atau penyimpangan bentuk tulang (tulang tidak lurus)?
Untuk kasusku, gejala yang terlihat adalah nomor tiga dan lima, yaitu pinggul tinggi sebelah sehingga pinggul kiri-kanan tidak sejajar dan celana jadi panjang sebelah, serta ada bagian punggung yang salah satu sisinya lebih tinggi atau menonjol.

Pemeriksaan Tulang Belakang



Pemeriksaan dapat dilakukan dengan metode Adam Forward Bend. Caranya, pasien diminta berdiri dengan lutut sejajar dan rapat, lalu tubuh dibungkukkan 90 derajat ke depan (mirip posisi rukuk pada gerakan shalat). Jika dia menderita skoliosis, akan tampak adanya penyimpangan bentuk tulang atau bagian punggung yang tingginya tidak sejajar.

Jika pada saat pemeriksaan dicurigai adanya skoliosis, segera lakukan pemeriksaan radiologi untuk mengetahui ukuran derajatnya, lalu ambil tindakan antisipasi sesuai saran praktisi medis.

Catatan: Gambar diambil dari sini dan sini.

Labels:

 
posted by Yustika at 1:02 PM | Permalink |


0 Comments: