Tentang Aku

Tuesday, October 16, 2007
Aku dapat tugas berantai dari Mbak Vietnanti :D

Ini aturan mainnya, kukutip dari sini:
  • Each Blogger starts with eight random facts/habits about themselves.
  • Bloggers that are tagged need to write on their own blog about their ”eight things” and post these rules.
  • At the end of your blog, you need to choose eight people to get tagged and list their names.
  • Don’t forget to leave them a comment telling them that they’ve been tagged and telling them to read your ”eight things”.

So, delapan hal tentang aku:

1. Nggak suka masak
Pekerjaan rumah yang paling nggak kusukai adalah masak. Aku paling nggak betah di dapur. Dari dulu aku nggak pernah hobi masak. Kalaupun sekarang jadi sering masak, itu karena keadaan menuntut demikian. Udah jadi seorang istri gitu loh, masa bakal terus-terusan beli nasi di warung. Boros juga kalau keseringan makan di luar. Karena kemampuan masakku yang masih tingkat pemula, variasi menu olahanku pun terbatas. Alhasil aku jadi sering bosan sama masakanku sendiri :D Sekarang lagi belajar bikin menu baru. Tapi tetep aja males nongkrong di dapur.

2. Well-organized
Nah, kalau yang ini rasa-rasanya karena aku bertipe melankolis dominan. Seneng sama yang rapi-rapi, tersistematis, dan terencana. Kalau naruh sesuatu harus sesuai tempatnya, jadi hampir nggak pernah lupa letak barang-barang. Kalau mau bepergian juga harus terencana baik, nggak suka dadakan. Segala arsip penting, catatan, dan foto-foto terdokumentasi dengan baik. Lucunya, sifat suamiku berbanding terbalik 180 derajat. Dia itu orangnya spontan dan nggak tertib, udah gitu pelupa. Jadi sekarang aku berperan ganda jadi istri dan asistennya :D

3. Perfeksionis
Sebenarnya perfeksionis itu kelemahan atau kelebihan sih? Karena aku perfeksionis, aku selalu ingin segala hal dikerjakan dengan sempurna sesuai standarku. Tapi seringnya, standar ini tampak terlalu tinggi buat orang lain. Biasanya orang perfeksionis membutuhkan waktu lebih lama untuk mengerjakan sesuatu bila dibanding orang lain, karena dia mengejar ketelitian dan kesempurnaan, always pay attention to the details. Begitu juga aku. Dan lagi-lagi, berbanding terbalik dengan suamiku. Aku melihatnya sebagai seseorang yang selalu menggampangkan sesuatu dan mengerjakan hal-hal sekadarnya saja, dia melihatku sebagai seseorang yang lelet dan gampang stres kalau standar nggak tercapai. Jadi dia sering nggak sabaran menghadapiku :))

4. Suka sama hal-hal yang romantis
Sebut saja musik romantis, drama romantis, komedi romantis, kisah dongeng tentang putri dan pangeran, coklat, bunga, candle light dinner, dansa berdua, dan masih banyak banget. Pokoknya semboyanku: love is in the air, huehehe. Menurutku, laki-laki harus lebih sering memperlakukan perempuan dengan romantis, misal: kalau jalan selalu berusaha berada di sisi kanan perempuan untuk melindunginya dari arus lalu lintas, membukakannya pintu, atau mengantarnya pulang. Bukan berarti perempuan nggak bisa mandiri, tapi itu lebih karena perempuan senang dimengerti dan dimanja. Oya, di bawah ini kutipan hasil ikut kuis iseng-iseng di blogthings.com. Tapi aku udah tahu dari dulu kalau aku ini romantis, jauh sebelum aku ikut kuis ini. Kuis ini cuma justifikasi :p

You are a romantic. You live your life like a fairy tale... or at least you try to. Living for magical moments, you believe there’s only one true love for you. Love is the most important thing in your life, and you don’t take it for granted. Your perfect match loves to be in love as much as you do!

5. Moody
Yup, aku ini orangnya moody banget. Kadang ngelakuin apa-apa juga terbawa suasana hati. Kalau udah nggak mood, susah buat menikmati sesuatu.

6. Penyendiri
Terakhir kali aku punya geng gaul itu waktu aku kelas dua SMP. Pertemanan dengan mereka tidak berakhir baik, dan sejak saat itu aku lebih nyaman pergi ke mana-mana sendiri, lebih suka menyendiri, dan lebih suka sibuk dengan diriku sendiri. Aku sering nggak nyaman berada di ruang publik. Aku nggak suka ngobrol. Kalaupun harus berada di tengah banyak orang, aku lebih suka mendengarkan. Yah, pada intinya: aku lebih suka melakukan segala aktivitas seorang diri. Merasa bebas ke mana-mana sendiri dan nggak mau tergantung sama teman. Mirip karakter Nicholas Saputra di Ada Apa dengan Cinta. Nggak heran kalau selama SMA dan kuliah, aku tidak pernah benar-benar punya teman dekat. Kalau sekarang, teman dekatku ya suamiku itu :p

7. Suka ketenangan
Aku paling nggak suka sama yang namanya ribut-ribut, kebisingan, dan kegaduhan. Ini kadang juga bikin masalah, karena aku dan suamiku sering berbeda pendapat soal volume suara televisi. Mungkin ada hubungannya dengan kehidupan keluargaku, di mana Mami-Papi selalu membiasakan suasana rumah tenang dan hening. Televisi dinyalakan sekadarnya dengan suara secukupnya. Juga tidak diperkenankan bicara dengan berteriak-teriak. Enak lho hidup kayak gini: hati jadi adem, aktivitas juga dapat dilakukan dengan tenang.

8. Suka sama film-film dokumenter
Sejak kapan ya aku suka sama film-film dokumenter? Kayaknya udah lama banget. Aku paling anti sama tontonan yang nggak bermutu dan nggak ada isinya (baca tulisanku di sini). Sayangnya, hampir semua tayangan di pertelevisian kita sekarang adalah tayangan yang nggak bermutu. Menurutku, tontonan yang baik adalah tontonan yang bikin kita cerdas, yang ada ilmunya. Salah satunya adalah film dokumenter. Karena itu, saluran televisi favoritku adalah saluran-saluran semacam Metro TV, Discovery Channel, atau National Geographic.

Itu tadi sekelumit delapan hal tentang aku. Oke, sekarang saatnya nerusin tugas ini ke delapan orang lain:

Labels:

 
posted by Yustika at 3:50 PM | Permalink |


3 Comments:


  • At 2:26 PM, October 26, 2007, Blogger ariani

    Yustika...

    Baru baca, apa ya 8 hal about me? Bentar dipikir-pikir dulu, hehe

     
  • At 10:33 AM, November 14, 2007, Blogger ariani

    tadinya mau bilang mission accomplished tapi ternyata 8, dan belum mengajukan orang lain lagi, hehe

     
  • At 8:02 AM, July 15, 2008, Anonymous Anonymous

    Menurut saya, anda jangan menjadi tipe perfeksionis...dekatkan saja pada tipe excellence..Karena perfeksionis itu lebih mendekatkan diri kepada "kesempurnaan"..mana ada manusia yang sempurna..?..kalau excellence saya pikir lebih masuk akal ya...terima kasih